Metode analisis data merupakan suatu metode atau cara untuk memasak sebuah data menjadi keterangan sebagai akibatnya karakteristik data tadi...
Metode Analisis Data Kualitatif dari Para Ahli

Metode Analisis Data Kualitatif dari Para Ahli

Metode analisis data merupakan suatu metode atau cara untuk memasak sebuah data menjadi keterangan sebagai akibatnya karakteristik data tadi menjadi mudah untuk dipahami & pula bermanfaat buat menemukan solusi perseteruan, yang tertutama adalah kasus yg mengenai sebuah penelitian. Atau analisis data juga sanggup diartikan sebagai aktivitas yang dilakukan buat merubah data hasil dari sebuah penelitian sebagai liputan yg nantinya mampu dipergunakan buat mengambil sebuah kesimpulan.

Tujuan dari analisis data merupakan buat menggambarkan sebuah data sebagai akibatnya mampu di pahami, dan pula untuk menciptakan kesimpulan atau menarik kesimpulan mengenai ciri populasi yang menurut data yg diperoleh menurut sampel, yg umumnya ini dibuat dengan dasar pendugaan dan pengujian hipotesis. Nah, supaya lebih paham lagi penulis telah merangkumkan pada bawah ini.

Metode Analisis Data Kualitatif

Teknik Analisis Data


Dalam suatu penelitian ilmiah terdapat dua macam penelitian, yakni penelitian kualitatif & penelitian kuantitatif. Nah kali ini penulis akan mencoba buat mengungkapkan tentang teknik analisis data yang sesuai dengan jenis penelitian, yakni teknik analisis data kualitatif dan teknik analisis data kuantitatif.

A. Teknik Analisis Data Kuantitatif

Di pada metode penelitian kuantitatif  yang menggunakan teknik analisis data kuantitatif merupakan suatu kegiatan sehabis data dari semua responden atau sumber data-data lain seluruh terkumpul. Teknik analisis data kuantitatif pada dalam penelitian kuantitatif yaitu memakai statistik. Statistik inferensial meliputi statistik parametris & juga statistik non parametris.

Dua Macam Jenis Penelitian Kuantitatif  Statistik Untuk Analisa Data

Berikut ini adalah macam-macam jenis penelitian kuantitatif berdasarkan tidak aktif buat analisa data

1. Statistika Deskriptif

Statistika deskriptif yaitu statistik yg digunakan menganalisis data menggunakan cara mendeskripsikan data yang sudah terkumpul, sebagaimana adanya tanpa bermaksud buat menciptakan konklusi yang berlaku dalam umum atau  generalisasi.

2. Statistik Inferensial

Statistik inferensial yaitu teknik statistik yang dipakai buat menganalisis data sampel & hasilnya diberlakukan buat populasi, dan statistik ini sangat cocok dipakai bila sampel diambil berdasarkan populasi yang telah jelas & cara pengambilan sampel menurut populasi tersebut dilakukan  secara acak.

Teknik Analisis Data Kuantitatif Menurut Sugiyono


Menurut Sugiyono, teknik penelitian kuantitatif jua bisa diartikan menjadi suatu metode penelitian menggunakan landaskan dalam filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti populasi atau sampel.

Umumnya teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara rambang, teknik pengumpulan data menggunakan instrumen metode penelitian kuantitatif, analisa data yg bersifat kuantitatif atau statistik bertujuan buat menguji hipotesis yang t ditetapkan (Sugiyono, 2012: 7).

Metode kuantitatif ini tak jarang juga disebut menggunakan metode tradisional, positivistik, ilmiah/scientific & pula metode discovery. Metode penelitian kuantitatif ini dinamakan metode tradisional, sebab metode ini telah cukup usang digunakan sebagai akibatnya telah dipercaya sebagai metode tradisi buat sebuah penelitian.

Teknik ini juga diklaim menjadi metode positivistik karena pula berlandaskan kepada filsafat positivisme. Metode atau teknik ini disebut sebagai metode ilmiah/scientific, disebkan metode ini memilili kaidah-kaidah ilmiah yang terpenuhi yaitu konkrit, realitas, obyektif, terukur, rasional & sistematis.

Cara ini biasa dianggap juga dengan metode discovery lantaran metode penelitian kuantitatif sanggup ditemukan dan dikembangkan pada pada aneka macam iptek terbaru. Metode penelitian ini memiliki sebutan metode kuantitatif lantaran data penelitian yang berbentuk nomor -angka & analisa data yang memakai statistik.

B. Teknik Analisis Data Kualitatif

Dalam melakukan metode data kualitatif penelitian yg didapatkan berdasarkan berbagai sumber dan memakai teknik pengumpulan data yang bermacam-macam (triangulasi), dan pula dilakukan secara terus menerus,

Maka, akan mengakibatakan variasi data yang sangat tinggi. Data yg didapatkan dalam dasarnya merupakan data kualitatif sehingga teknik analisis data yg digunakan belum mempunyai pola yang jelas. Maka menurut itu acapkali mengalami kesulitan pada dalam melakukan suatu analisa.

Teknik Analisis Data Kualitatif  Menurut Sugiyono

Menurut Sugiyono metode penelitian kualitatif merupakan suatu metode penelitian yg berlandaskan dalam filsafat positivisme, yang digunakan untuk meneliti dalam syarat objek yg alamiah, (menjadi lawannya adalah eksperimen) yang dimana peneliti merupakan sebagai instrumen kunci, dari pengambilan sampel sumber data yg dilakukan dengan cara purposive dan snowbaal, teknik pengumpulan trianggulasi, analisa data yg bersifat induktif atau kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekan dalam makna berdasarkan generalisasi.

Teknik Analisis Data Deskriptif


Metode analisis data naratif merupakan suatu cara dalam meneliti status sekelompok insan, suatu objek, kondisi, sistem pemikiran atau pula insiden masa kini  . Jenis metode penelitian kualitatif ini berusaha menyebutkan kenyataan sosial pada waktu tertentu. Metode penelitian kualitatif dibedakan sebagai beberapa jenis, yaitu menurut kriteria pembedaan diantara lain fungsi akhir & pendekatannya.

Teknik Analisi Data Deskriptif Kualitatif


Metode analisis data deskriptif kualitatif pada suatu penelitian kualitatif bermanfaat buat mengembangkan teori yg telah dibangun berdasarkan data yang sudah dihasilkan di lapangan. Metode penelitian kualitatif pada termin awalnya peneliti melakukan penjelajahan, lalu dilakukan pengumpulan data hingga mendalam, mulai dari observasi hingga penyusunan laporan.

Langkah-Langkah Analisa Data Secara Umum

1. Pengolahan Data

Data yang sudah terkumpul pada pada tahap pengumpulan data, kemudian perlu diolah balik . Pengolahan data tersebut memiliki tujuan supaya data lebih sederhana, sebagai akibatnya semua data yang sudah terkumpul & menyajikannya telah tersusun dengan baik & rapi lalu baru dianalisis.

Tahap-termin dalam pengolahan data

a. Penyuntingan (editing) adalah aktivitas memeriksa seluruh daftar pertanyaan yg dikembalikan responden.

b. Pengkodean (coding) adalah aktivitas Setelah diakukannya penyuntingan data, kegiatan berikutnya yaitu Pengkodean yg dilakukan dengan menggunakan cara menaruh simbol atau tanda yang berupa nomor  terhadap jawaban responden yg diterima.

c. Tabulasi (tabulating) adalah aktivitas menyusun dan juga menghitung data dari hasil pengkodean, kemudian akan disajikandalam wujud tabel.

2. Penganalisisan Data

Apabila proses pengolahan data sudah terselesaikan, maka proses selanjutnya yaitu analisis data. Kemudian Tujuan analisis data adalah buat menyederhanakan dan juga memudahkan data buat ditafsirkan. Setelah datanya telah terkumpul, maka diklasifikasikan menjadi dua gerombolan , yakni data kuantitatif dengan bentuk angka-nomor  & data kualitatif yang lebih dinyatakan dalam bentuk kata-istilah atau simbol.

3. Penafsiran Hasil Analisis

Kamudian bila data sudah terselesaikan dianalisis, aktivitas yg harus dilakukan yaitu menafsirkan output analisa data tadi. Tujuan penafsiran analisis ini merupakan buat menarik konklusi berdasarkan penelitian kualitatif yang telah dilakukan.

Penarikan kesimpulan ini dilakukan dengan cara membandingkan hipotesis yg telah dirumuskan dengan hasil analisa data yg sudah diperoleh. Akhirnya, peneliti sanggup manarik konklusi apakah mendapat atau menolak hipotesis yg telah dirumuskan.

Teknik Analisis Data Penelitian Kualitatif


Berikut merupakan Contoh Teknik Analisis Data Penelitian Kualitatif. Nah, selesainya rangkaian semuanya data terkumpul, maka kemudian dilakukan analisis data sesuai menggunakan mekanisme & teknis pengolahan seperti di bawah ini:

Dilakukan pemilahan dan pula penyusunan pembagian terstruktur mengenai data,
Dilakukan penyunting data dan juga pemberian  kode data buat menciptakan kinerja analisis data,
Dilakukan konfirmasi data yg memerlukan verifikasi data dan pendalaman data,
Dan terakhir Dilakukan analisa data sinkron dengan konstruksi pembahasan output penelitian.

Nah, itulah model teknik analisis data penelitian kualitatif.  Secara generik prosedur analisis data penelitian kualitatif mempunyai 4 tahap seperti yang telah dijelaskan di jelaskan diatas. Yang mana buat menggunakan teknik analisis data penelitian kualitatif  wajib  memenuhi mekanisme yg telah di tentukan.

Baca selengkapnya »
Strategi Metode Eksperimen dalam Pembelajaran

Strategi Metode Eksperimen dalam Pembelajaran

Apa sih pengertian metode eksperimen menurut para ahli dan bagaimana juga strategi memilih metode ini dalam pembelajaran. Artikel kali ini akan langsung membahasnya untuk Anda.

Menurut Syaiful Bahri Djamarah (1995) metode eksperimen merupakan cara penyajian pelajaran dimana siswa melakukan percobaan dengan mengalami & membuktikan sendiri sesuatu yang dipelajari. Kemudian Mulyani Sumantri, dkk (1999) mengungkapkan bahwa metode eksperimen diartikan sebagai cara belajara mengajar yang melibatkan murid menggunakan mengalami & menunjukan sendiri proses & output percobaan. Menurut Roestiyah (2001:80) Metode eksperimen adalah suatu cara mengajar, pada mana anak didik melakukan suatu percobaan tentang sesuatu hal, mengamati prosesnya serta menuliskan hasil percobaannya, kemudian hasil pengamatan itu disampaikan ke kelas dan dinilai sang pengajar.

Menurut Schoenherr (1996) yg dikutip sang Palendeng (2003:81) metode eksperimen adalah metode yang sesuai untuk pembelajaran sains, lantaran metode eksprimen sanggup memberikan kondisi belajar yang dapat membuatkan kemampuan berfikir dan kreativitas secara optimal. Siswa diberi kesempatan untuk menyusun sendiri konsep-konsep dalam struktur kognitifnya, selanjutnya dapat diaplikasikan pada kehidupannya.

Metode Eksperimen


Metode Eksperimen berdasarkan Al-farisi (2005:dua) adalah metode yg bertitik tolak menurut suatu masalah yg hendak dipecahkan & dalam prosedur kerjanya berpegang dalam prinsip metode ilmiah.
Penggunaan teknik ini mempunyai tujuan supaya siswa bisa mencari dan menemukan sendiri aneka macam jawaban atau problem-duduk perkara yang dihadapinya dengan mengadakan percobaan sendiri. Juga anak didik bisa terlatih pada cara berfikir yang ilmiah. Dengan eksperimn murid menemukan bukti kebenaran berdasarkan teori sesuatu yg sedang dipelajarinya.

Dalam proses pembelajaran menggunakan menggunakan metode eksperimen siswa diberikan kesempatan untuk mengalami sendiri atau melakukan sendiri, mengikuti suatu proses, mengamati suatu obyek, menganalisis, menandakan dan menarik konklusi sendiri tentang suatu objek keadaan atau proses tertentu.

Dari uraian diatas maka terlihat bahwa metode eksperimen berbeda dengan metode eksperimen tidak sinkron menggunakan metode demonstrasi. Kalau metode demonstrasi hanya menekankan pada proses terjadinya & mengabaikan output, sedangkan pada metode eksperimen penekanannya adalah pada proses hingga pada hasil.

Eksperimen atau percobaan yg dilakukan tidak selalu harus dilaksanakan didalam laboratoriom tetapi dapat dilakukan pada alam kurang lebih. Contoh : untuk mengetahui bahwa flora bisa menerima rangsanagan, anak didik anda dapat dibawa kehalaman sekolah yang ada tanaman  sekejut (Mimosa Spec). Daun patah tulang atau kamboja jika dipatahkan akan mengeluarkan getah. Begitu juga menggunakan batang karet yg disadap.

Ketentuan Pemakaian Metode Eksperimen


Menggunakan metode eksperimen pada proses pembelajaran dikatakaa tepat jika :

  • Ingin menaruh kesempatan kepada murid supaya dapat mengalami sendiri, mengikutisuatu proses, mengamati suatu objek, menganalisis, membuktikan dan menarik konklusi sendiri mengenai suatu objek keadaan atau proses eksklusif
  • Menumbuhkan & membuatkan cara berpikir rasional dan ilmiah anak didik dalam proses pembelajaran
  • Guru menginginkan agar murid mencoba mengerjakan sesuatu, mengamati proses & output percobaan

Kelebihan metode Eksperimen


  • Metode ini dapat membuat murid lebih percaya atas kebenaran atau konklusi berdasarkan percobaannya sendiri daripada hanya mendapat istilah pengajar atau buku.
  • Anak didik bisa menyebarkan perilaku buat mengadakan studi eksplorasi (menjelajahi) mengenai ilmu dan teknologi.
  • Dengan metode ini akan terbina insan yg dapat membawa terobosan-terobosan baru menggunakan inovasi menjadi hasil percobaan yg diharapkan dapat bermanfaat bagi kesejahteraan hayati insan.
  • Anak didik memperoleh pengalaman dan keterampilan pada melakukan eksperimen
  • Siswa terlibat aktif mengumpulkan warta & warta yg diperlukan buat percobaan.
  • Dapat menggunakan dan melaksanakan mekanisme metode ilmiah & berfikir ilmiah
  • Dapat memperkaya pengalaman & berpikir siswa dengan hal-hal yang bersifat objektif, realitas dan menghilangkan verbalisme


Kekurangan metode Eksperimen



  • Tidak cukupnya indera-indera mengakibatkan nir setiap anak didik berkesempatan mengadakan ekperimen.
  • Jika eksperimen memerlukan jangka saat yg lama  , anak didik harus menanti buat melanjutkan pelajaran.
  • Kesalahan & kegagalan siswa yang nir terdeteksi sang guru pada bereksperimen membuahkan murid keliru pada mengambil konklusi
  • Sering mengalami kesulitan dalam melaksanakan eksperimen karena guru dan murid kurang berpengalaman melakukan eksperimen.
  • Kesalahan & kegagalan murid yg tidak terdeteksi sang guru pada bereksperimen menjadikan anak didik keliru pada merogoh keputusan.


Hal yg perlu diperhatikan

Agar penggunaan metode eksperimen itu efisien & efektif, maka perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut :

  1. Dalam eksperimen setiap siswa harus mengadakan percobaan, maka jumlah indera & bahan atau materi percobaan harus relatif bagi tiap murid.
  2. Agar eksperimen itu tidak gagal & murid menemukan bukti yg meyakinkan, atau mungkin hasilnya tidak membahayakan, maka kondisi indera & mutu bahan percobaan yang digunakan wajib  baik dan higienis.
  3. Dalam eksperimen siswa perlu teliti dan konsentrasi pada mengamati proses percobaan , maka perlu adanya waktu yg cukup usang, sebagai akibatnya mereka menemukan pembuktian kebenaran dari teori yang dipelajari itu.
  4. Siswa dalam eksperimen merupakan sedang belajar dan berlatih , maka perlu diberi petunjuk yg jelas, karena mereka disamping memperoleh pengetahuan, pengalaman dan ketrampilan, pula kematangan jiwa & sikap perlu diperhitungkan oleh pengajar dalam menentukan obyek eksperimen itu.
  5. Tidak semua perkara bisa dieksperimenkan, seperti kasus mengenai kejiwaan, beberapa segi kehidupan social dan keyakinan insan. Kemungkinan lain karena sangat terbatasnya suatu alat, sebagai akibatnya masalah itu tidak bias diadakan percobaan karena alatnya belum terdapat.

Prosedur Metode Eksperimen


Menurut Roestiyah (2001:81) prosedur eksperimennya adalah :


  • Perlu dijelaskan kepada anak didik mengenai tujuan eksprimen,mereka wajib  memahami perkara yg akan dibuktikan melalui eksprimen.
  • Memberi penerangan pada anak didik mengenai alat-indera dan bahan-bahan yg akan digunakan dalam eksperimen, hal-hal yg harus dikontrol dengan ketat, urutan eksperimen, hal-hal yg perlu dicatat.
  • Selama eksperimen berlangsung pengajar wajib  mengawasi pekerjaan siswa. Bila perlu memberi saran atau pertanyaan yg menunjang kesempurnaan jalannya eksperimen.
  • Setelah eksperimen terselesaikan guru wajib  mengumpulkan hasil penelitian siswa, mendiskusikan pada kelas, dan mengevaluasi dengan tes atau tanya jawab.


Dalam metode eksperimen, guru dapat mengembangkan keterlibatan fisik & mental, serta emosional anak didik. Siswa mendapat kesempatan untuk melatih ketrampilan proses supaya memperoleh hasil belajar yg aporisma. Pengalaman yg dialami secara pribadi bisa tertanam pada ingatannya. Keterlibatan fisik dan mental serta emosional siswa diharapkan dapat diperkenalkan pada suatu cara atau syarat pembelajaran yg bisa menumbuhkan rasa percaya diri & juga konduite yang inovatif dan kreatif.

Baca juga: Metode Analisis Data Kualitatif

Pembelajaran dengan metode eksperimen melatih dan mengajar anak didik buat belajar konsep ekamatra sama halnya dengan seseorang ilmuwan fisika. Siswa belajar secara aktif dengan mengikuti termin-tahap pembelajarannya. Dengan demikian, murid akan menemukan sendiri konsep sesuai menggunakan output yang diperoleh selama pembelajaran.

Tahap dalam Metode Eksperimen


Pembelajaran dengan metode eksperimen berdasarkan Palendeng (2003:82) mencakup tahap-termin menjadi berikut :


  1. Percobaan awal, Pembelajaran diawali dengan melakukan percobaan yg didemonstrasikan pengajar atau menggunakan mengamati fenomena alam. Demonstrasi ini menampilkan perkara-masalah yg berkaitan dengan materi ekamatra yg akan dipelajari.
  2. Pengamatan adalah kegiatan anak didik waktu pengajar melakukan percobaan. Siswa diharapkan buat mengamati & mencatat peristiwa tersebut.
  3. Hipoteis awal, murid dapat merumuskan hipotesis ad interim berdasarkan output pengamatannya.
  4. Verifikasi , kegiatan buat menerangkan kebenaran menurut dugaan awal yang sudah dirumuskan & dilakukan melalui kerja grup. Siswa diharapkan merumuskan hasil percobaan & membuat kesimpulan, selanjutnya dapat dilaporkan hasilnya. Aplikasi konsep , setelah siswa merumuskan & menemukan konsep, hasilnya diaplikasikan dalam kehidupannya. Kegiatan ini adalah pemantapan konsep yang telah dipelajari.
  5. Evaluasi, adalah aktivitas akhir sesudah selesai satu konsep.

Penerapan pembelajaran menggunakan metode eksperimen akan membantu anak didik untuk memahami konsep. Pemahaman konsep dapat diketahui apabila siswa sanggup mengutarakan secara mulut, tulisan, , maupun pelaksanaan dalam kehidupannya. Dengan istilah lain , anak didik mempunyai kemampuan untuk menjelaskan, mengungkapkan, memberikan model, & menerapkan konsep terkait dengan pokok bahasan

Demikianlah pengertian metode eksperimen menurut para ahli dan bagaimana strategi memilih metode ini dalam pembelajaran yang semoga bermanfaat.

Baca selengkapnya »
Metode Ceramah dalam Pembelajaran

Metode Ceramah dalam Pembelajaran

Salah Satu Metode Pembelajaran adalah metode ceramah ( lecture method) yg merupakan tehnik pengajaran yang dilakukan oleh guru secara monolog & hubungan satu arah (one way communication), metode ini ditinjau paling efektif dalam mengatasi kelangkaan literature atau rujukan yang sinkron menggunakan jangkauan daya tangkap murid.

Secara Umum Metode pembelajaran ceramah adalah penerangan secara mulut atas bahan pembelajaran kepada sekelompok pendengar buat mencapai tujuan pembelajaran tertentu pada jumlah yg relatif akbar.

Metode Ceramah dalam Pembelajaran


Menurut Gage & Berliner metode ceramah cocok untuk digunakan dalam pembelajaran menggunakan karakteristik-ciri tertentu. Ceramah cocok buat penyampaian bahan belajar yang berupa liputan & jika bahan belajar tersebut sulit buat dihasilkan.

Pengertian Pembelajaran  dengan Metode Ceramah


Penerapan metode ceramah adalah cara mengajar yang Sudah semenjak usang dipakai dalam sejarah pendidikan. Cara ini terkadang membosankan, maka pada pelaksanaannya memerlukan ketrampilan eksklusif, agar penyajiannya tidak membosankan dan bisa menarik perhatian anak didik. Namun kita masih mengakui bahwa metode ceramah ini permanen krusial menggunakan tujuan supaya anak didik enerima keterangan tentang suatu utama atau masalah tertentu.

Baca juga : Metode Waterfall

Keuntungan Pembelajaran menggunakan Metode Ceramah



  1. Keadaan kelas berjalan dengan tenang, lantaran seluruh anak didik melakukan aktivitas yang sama, sehingga pendidk bisa mengawasi anak didik sekaligus secara komprehensif.
  2. Belajar Siswa Menjadi Terfokus, Dengan waktu relatif  singkat siswa bisa menerima pelajaran secara beserta.
  3. Bahan Ajar yg Banyak Dapat Diuraikan Menjadi singkat & kentara.
  4. Siswa Dapat melatih menggunakan pendengarannya menggunakan baik sebagai akibatnya mereka dapat menangkap & menyimpulkan isi ceramah menggunakan cepat & tepat.


Kekurangan Pembelajaran dengan Metode Ceramah


  1. Interaksi Selalu Berpusat kepada Pendidik Atau Pembawa Materi
  2. Pendidik nir dapat mengetahui secara pasti  sejauh mana murid telah menguasai bahan ceramah.
  3. Adanya Perbedaan tentang pemahaman materi oleh anak didik dengan apa yang dimaksudkan oleh pendidik.
  4. Siswa kurang menangkap apa yang dimaksud oleh pendidik, apabila ceramah berisi ceramah-ceramah yang kurang atau tidak dimengerti oleh anak didik dan akhirnya menunjuk verbalisme.
  5. Namun perlu diketahui jua bahwa buat memakai metode ceramah secara murni itu tidaklah mudah, maka dalam pelaksanaannya perlu memberikan perhatian buat mengkombinasikan menggunakan teknik-teknik penyajian lain sebagai akibatnya proses belajar mengajar yg dilaksanakan dapat berlangsung menggunakan intensif.


Demikian artikel tentang pengertian pembelajaran dengan metode ceramah dapat bermanfaat untuk anda semua.

Baca selengkapnya »
Metode Waterfall dengan Kelebihan dan Kelemahannya

Metode Waterfall dengan Kelebihan dan Kelemahannya

Metode Waterfall merupakan sebuah metode pengembangan software yang bersifat sekuensial. Metode ini dikenalkan sang Royce pada tahun 1970 dan dalam ketika itu diklaim sebaga isi klus klasik & kini   ini lebih dikenal menggunakan sekuensial linier. Selain itu Model ini merupakan contoh yang paling poly dipakai sang para pengembang perangkat lunak.

Inti berdasarkan metode waterfall merupakan pengerjaan berdasarkan suatu system dilakukan secara berurutan atau secara linear. Jadi bila langkah satu belum dikerjakan maka tidak akan bisa melanjutkan kelangkah 2, tiga & seterusnya.  Secara otomatis tahapan ke-tiga akan bisa dilakukan apabila tahap ke-1 & ke-2 telah dilakukan.

Metode waterfall


Ada dua citra dari Waterfall Model, biarpun berbeda dalam menggunakan fase tapi pada dasarnya sama.

  • Fase-fase dalam Waterfall Model berdasarkan Pressman
  • Fase-fase pada Waterfall Model menurut Sommervile


Keterkaitan dan dampak antar termin ini ada lantaran output sebuah tahap dalam Waterfall Model adalah input bagi termin berikutnya, menggunakan demikian  ketidak sempurnaan output pelaksanaan termin sebelumnya adalah awal ketidak sempurnaan tahap berikutnya. Memperhatikan karakteristik ini, sangat penting bagi tim pengembang dan perusahaan untuk secara bersama-sama melakukan analisa kebutuhan & desain system sesempurna mungkin sebelum masuk kedalam tahap penulisan kode acara. Secara garis akbar metode waterfall memiliki langkah-langkah berikut :

Analisa, Design, Code & Testing, Penerapan dan Pemeliharaan Metode Waterfall


1. Analisa kebutuhan (Requirement Analysis)/(Requirements analysis and definition)

Langkah ini adalah analisa terhadap kebutuhan sistem.Pengumpulan data dalam tahap ini bisa malakukan sebuah penelitian, wawancara atau study literatur.Seorang system analis akan menggali kabar sebanyak-banyaknya dari user sehingga akan tercipta sebuah system komputer yg mampu melakukan tugas-tugas yg diinginkan oleh user tersebut. Tahapan ini akan membentuk dokumen user requirement atau sanggup dikatakan sebagai data yang berhubungan dengan harapan user pada pembuatan sistem. Dokumen inilah yang akan sebagai acuan system analis untuk menterjemahkan kedalam bahasa pemprogram.

Baca juga: Teknik Pengumpulan Data

2. Design sistem (System Design)

Proses desain akan menerjemahkan kondisi kebutuhan kesebuah perancangan perangkat lunak yang bisa diperkirakan sebelum dibuat coding. Proses ini berfokus dalam :struktur data, arsitektur software, representasi interface, & lebih jelasnya (prosedur pemecahan ) prosedural. Tahapan ini akan menghasilkan dokumen yang disebut software requirment. Dokumen inilah yg akan digunakan programmer buat melakukan kegiatan pembuatan sistemnya.

3. Coding & Testing/penulisankode Program (Implementation)

Coding adalah penerjemahan design pada bahasa yang bisa dikenali sang komputer.Dilakukan oleh programmer yang akan meterjemahkan transaksi yg diminta sang user. Tahapan inilah yang adalah tahapan secara konkret pada mengerjakan suatu sistem.Dalam artian penggunaan computer akan dimaksimalkan pada tahapan ini. Setelah pengkodean terselesaikan maka akan dilakukan testing terhadap sistem yg sudah dibuat tadi. Tujuan testing merupakan menemukan kesalahan-kesalahan terhadap system tadi dan lalu bisa diperbaiki.

4. Penerapan / pengujian program (Integration & Testing)

Tahapan ini bisa dikatakan final pada pembuatan sebuah sistem.Setelah melakukan analisa, design dan pengkodean maka sistem yang sudah jadiakan digunakan sang user.

5. Pemeliharaan (Operation & Maintenance) 

Perangkat lunak yang telah disampaikan pada pelanggan niscaya akan mengalami perubahan. Perubahan tadi bisa lantaran mengalami kesalahan karena perangkat lunak harus menyesuaikan menggunakan lingkungan (periperal atau system operasi baru) baru, atau karena pelanggan membutuhkan perkembangan fungsional.

Keuntungan Metode Waterfall


Kualitas dari sistem yang didapatkan akan baik. Ini dikarenakan sang pelaksanaannya secara sedikit demi sedikit. Sehingga tidak terfokus dalam tahapan tertentu. Document pengembangan system sangat terorganisir, lantaran setiap fase harus terselesaikan menggunakan lengkap sebelum melangkah ke fase berikutnya. Jadi  setiap fase atau tahapan akan memiliki dokumen tertentu.

Metode ini masih lebih baik dipakai walaupun telah tergolong antik, daripada menggunakan pendekatan asal-asalan. Selain itu, metode ini juga masih masuk akal jika kebutuhan telah diketahui dengan baik.

Kelemahan Metode Waterfall


Diperlukan majemen yang baik, karena proses pengembangan tidak dapat dilakukan secara berulang sebelum terjadinya suatu produk. Kesalahan kecil akan sebagai masalah besar  bila nir diketahui semenjak awal pengembangan yg menjadikan dalam tahapan selanjutnya.

Pelanggan sulit menyatakan kebutuhan secara eksplisit sebagai akibatnya nir dapat mengakomodasi ketidak pastian pada ketika awal pengembangan. Pelanggan harus sabar, karena pembuatan perangkat lunak akan dimulai saat tahap desain sudah selesai. Sedangkan pada termin sebelum desain bisa memakan saat yang usang. Pada kenyataannya, sporadis mengikuti urutan sekuensial misalnya dalam teori. Iterasi sering terjadi menyebabkan masalah baru.

Itulah informasi tentang metode waterfall yang semoga bermanfaat untuk anda.
Baca selengkapnya »
Rancangan Metode Analisis Data dalam Penelitian

Rancangan Metode Analisis Data dalam Penelitian

Metode analisis data merupakan sebuah proses buat menyelidiki, membersihkan, membarui, dan menciptakan pemodelan data dengan maksud buat menemukan liputan yang berguna sehingga bisa menaruh petunjuk bagi peneliti buat merogoh keputusan terhadap pertanyaan-pertanyaan penelitian.

Rancangan analisis data merupakan bagian integral menurut proses penelitian yg dituangkan baik pada bentuk goresan pena atau tidak. Rancangan ini telah terformat sebelum kegiatan pengumpulan data dan pada waktu merumuskan hipotesis. Artinya, rancangan analisis data output penelitian sudah dipersiapkan mulai berdasarkan penentuan jenis data yg akan dikumpulkan, asal data yang ditemui, dan rumusan hipotesis yang akan diuji telah dibentuk.

metode analisis data


Langkah Analisis Data


Pada penelitian kuantitatif, analisis statistics pada umumnya mengikuti langkah-langkah sebagai berikut:

Editing - Editing atau kegiatan mengedit information dilakukan dengan tujuan untuk mengevaluasi kelengkapan, konsistensi, dan kesesuaian antara kriteria facts yang diperlukan untuk menguji hipotesis atau menjawab pertanyaan penelitian.

Coding - Coding atau memberi kode pada data dilakukan dengan tujuan merubah data kualitatif menjadi data kuantitatif (kuantifikasi data) atau membedakan aneka karakter. Pemberian kode sangat diperlukan terutama dalam rangka pengolahan data, baik secara manual, menggunakan kalkulator atau komputer.

Tabulasi Data - Tabulasi records atau memasukkan records ke dalam tabel-tabel yang telah disediakan, baik tabel untuk information mentah maupun tabel kerja untuk menghitung facts tertentu secara statistik.

Pembahasan atau Diskusi Hasil Penelitian - Pada tahap ini peneliti mengabstraksikan hasil uji hipotesis, membahas hasil penelitian tersebut serta mengkonsultasikannya dengan hasil penelitian sebelumnya (bila memungkinkan).

Analisis Data Pada Penelitian Kualitatif


Pada penelitian dengan pendekatan kualitatif, fokus masalah penelitian menuntut peneliti melakukan pengkajian secara sistematik, mendalam, dan bermakna sebagaimana ditegaskan oleh Burgess berikut ini. “Dalam penelitian kualitatif, semua investigator atau peneliti memfokuskan diri pada permasalahan yang dikaji, dengan dipandu oleh kerangka konseptual atau teoritis”. (Sudarwan Danim dan Darwis, 2003 : 262).

Prinsip-prinsip Analisis Data


Atas dasar pendapat Bogdan & Biklen serta Lincoln & Guba, Sudarwan Danim & Darwis (2003 : 263 – 267) mengemukakan prinsip-prinsip analisis data dalam penelitian kualitatif menjadi berikut:

Baca juga: Metode Ceramah

A. Peneliti sebagai instrumen utama pengumpulan data & subjek yg diteliti ditinjau mempunyai kedudukan sama secara relatif menggunakan peneliti. Sebagai instrumen utama, peneliti melakukan wawancara pada responden & mengamati sejumlah fenomena fokus penelitian yang tampak dan terjadi di lapangan sebagaimana adanya.

B. Data penelitian yang dikumpulkan bersifat naratif. Peneliti mengumpulkan data & mencatat kenyataan yang terkait eksklusif atau nir langsung menggunakan fokus penelitian. Karakteristik ini berimplikasi pada data yang terkumpul, yaitu cenderung berupa istilah-istilah atau uraian deskriptif, tanpa mengabaikan data berbentuk angka-angka.

C. Proses kerja penelitian dilakukan dengan memakai perspektif etik, yaitu dengan mengutamakan pandangan & pendirian responden terhadap sistuasi yang dihadapinya. Peneliti meminimalkan perspektif etik menggunakan tujuan mereduksi subjektivitas data yang dihimpun.

D. Verifikasi data dan kenyataan dilakukan menggunakan cara mencari perkara yang tidak sinkron atau bertentangan dengan menggunakan metoda & subjek yang tidak sama.

E. Kegiatan penelitian lebih mengutamakan proses berdasarkan dalam hasil dan data penelitian dianalisis secara induktif buat menerima makna kondisi alami yg ada. Pemaknaan atas data dilakukan dengan interpretasi idiografik (idiographic interpretation) berupa analisis atas fenomena yang muncul namun bukan dimaksudkan buat merumuskan generalisasi.

F. Pemberian makna merupakan dasar utama dalam memahami situasi, pada mana pemaknaan itu selain dilakukan sendiri oleh peneliti jua didasari atas interpretasi beserta dengan sumber data.

Proses Analisis Data


Bogdan & Biklen mengemukakan bahwa analisis data kualitatif dilakukan melalui 2 fase, yaitu selama dan sesudah setelah proses pengumpulan data (Sudarwan Danim dan Darwis, 2003 : 268 – 269).

Analisis data selama peneliti dilapangan dilakukan menggunakan cara:

  1. mempersempit fokus & tetapkan tipe studi;
  2. berbagi secara terus-menerus pertanyaan analitis;
  3. merencanakan sesi pengumpulan data secara kentara;
  4. menjaga konsistensi atas ide & tema atau penekanan penelitian;
  5. membuat catatan sistematis mengenai hasil pengamatan & penelaahan;
  6. menilik surat keterangan yg relevan selama pada lapangan;
  7. menggunakan metafora, analogi dan konsep;
  8. menggunakan alat-indera audio visual.


Analisis data setelah pengumpulan data terselesaikan dilakukan menggunakan :

  • Membuat kode data secara kategoris;
  • Menata sekuensi atau uruan penelaahan.
  • Tingkat Kepercayaan Hasil Penelitian


Hasil penelitian kualitatif atau naturalistik dilihat memenuhi kriteria ilmiah apabila memiliki taraf agama eksklusif. Menurut Lincoln & Guba, taraf agama output penelitian dapat dicapai apabila peneliti berpegang dalam 4 prinsip atau kriteria, yaitu : credibility, dependability, corfirmability, dan transferability (Sudarwan Danim dan Darwis, 2003 : 269 – 270).

A. Credibility

Credibility atau prinsip dapat dipercaya memilih dalam apakah kebenaran penelitian kualitatif dapat dipercaya, dalam maknadapat membicarakan fenomena yg sesungguhnya. Untuk memenuhi kriteria ini peneliti perlu melakukan trianggulasi, member check, wawancara atau pengamatan secara terus menerus sampai mencapai taraf redundancy.

Secara lebih spesifik, dapat dipercaya output penelitian kualitatif dapat dicapai dengan beberapa cara, yaitu :

  1. Peneliti tinggal cukup usang dalam situasi penelitian;
  2. Observasi dilakukan secara berlanjut & cermat;
  3. Melihat fenomena dari banyak sekali sudut pandang;
  4. Diskusi dengan sejawat;
  5. Analisis masalah negatif.


B. Dependebility

Prinsip dependabilitas merujuk pada apakah hasil penelitian mempunyai keandalan atau reliabilitas. Prinsip ini dapat dipenuhi menggunakan cara mempertahankan konsistensi teknik pengumpulan data, pada menggunakan konsep, dan menciptakan tafsiran atas kenyataan.

C. Corfirmability

Prinsip konfirmabilitas menunjuk dalam sangat perlunya upaya buat mengkonfirmasikan bahwa temuan yang sudah diperoleh bonafide kebenarannya. Untuk memenuhi prinsip ini, peneliti dapat melakukan berbagai cara, yaitu:


  • Mengundang aneka macam pihak buat mendiskusikan temuan dan draf output penelitian;
  • Mendatangi pihak-pihak eksklusif buat melakukan audit trial, berupa jejak atau sistematika kerja penelitian yang bisa dilacak & diikuti, dan melakukan proses kerja secara sistematis & terdokumenasi, dan menilik secara teliti setiap langkah kerja penelitian ;
  • Mengonfirmasikan output penelitian dengan para pakar, khususnya para promoter.


D. Transferability

Prinsip transferabilitas mengandung makna apakah hasil penelitian ini dapat digeneralisasikan atau diaplikasikan dalam situasi lain. Berkenaan menggunakan hal ini hasil penelitian kualitatif tidak secara apriori dapat digeneralisasikan, kecuali situasi tersebut memiliki karakteristik yang sama dengan situasi lapangan tempat penelitian. Dengan demikian upaya buat menstransfer output penelitian kualitatif dalam situasi yg tidak sama sangat mungkin tetapi memerlukan penyesuaian menurut keadaan & asumsi yang mendasarinya.

Demikian di atas sudah kami jelaskan secara lebih jelasnya tentang Analisis Data, baik analisis data buat penelitian kuantitatif juga penelitian kualitatif. Semoga bisa bermanfaat bagi para pembaca atau peneliti & mahasiswa yg sedang melakukan penelitian

Baca selengkapnya »
Metode Penelitian Kuantitatif, Pengertian & Jenisnya

Metode Penelitian Kuantitatif, Pengertian & Jenisnya

Metode penelitian kuantitatif, tidak selaras dengan metodologi penelitian kualitatif yang kita bahas pada artikel sebelumnya, lebih memakai data berupa angka pada menganalisis fakta-informasi yang ditemukan. Kali ini, secara lebih lengkap kami akan bahas mengenai metode penelitian kuantitatif.

Definisi Metode Penelitian Kuantitatif


Umumnya penelitian kuantitatif herbi nomor -angka. Beberapa ahli mendefinisikan penelitian kuantitatif bhineka, diantaranya:

Nana Sudjana dan Ibrahim (2001)
“Penelitian kuantitatif merupakan penelitian yang berdasarkan dalam asumsi, kemudian menentukan variabel, dan selanjutnya dianalisa menggunakan menggunakan metode penelitian yg valid, terutama dalam penelitian kuantitatif.”

Kusiram (2008)
“Penelitian kuantitatif adalah suatu metode penelitian yg menggunakan proses data berupa angka menjadi alat menganalisis & melakukan kajian penelitian, terutama tentang apa yg sudah diteliri sebelumnya.”

Sugiyono (2011)
“Metode penelitian kuantitatif merupakan metode penelitian yg berdasarkan pada filsafat positivisme, dipakai dalam meneliti sampel dan populasi penelitian, teknik pengambilan sampel umumnya dilakukan secara acak atau random sampling, sedangkan pengumpulan datanya dilakukan dengan cara memanfaatkan instrumen penelitian yg digunakan, analisis data yang dipakai bersifat kuantitatif dan mampu diukur menggunakan tujuan buat menguji hipotesa yg telah ditetapkan sebelumnya.”

Metode Penelitian Kuantitatif


Dari definisi yang dikemukakan sang para pakar pada atas, maka dapat disimpulkan bahwa penelitian kuantitatif atau metode penelitian kuantitatif adalah suatu metode dalam penelitian yang bertujuan buat memverifikasi teori/ kebenaran, menciptakan warta, memberitahuakn pelukisan statistik, menganalisa hasilnya menggunakan prosedur yang sistematis dengan data berupa numerikal atau angka atau grafik.

Tujuan Metode Penelitian Kuantitatif


Penelitian kuantitatif bertujuan untuk menentukan interaksi antar variabel dalam sebuah populasi. Ada disparitas tujuan antara penelitian kuantitatif deskriptif dan eksperimental. Penelitian kuantitatif deskriptif bertujuan buat menemukan hubungan antar variabel yg hanya terjadi sekali. Sedangkan kuantitatif eksperimental bertujuan mengukur interaksi variabel sebelum dan sehabis dan melihat karena-akibat daru kenyataan yg diteliti.

Karakeristik Metode Penelitian Kuantitatif


Penelitian kuantitatif mempunyai karakteristik yg biasanya dimiliki, yaitu antara lain:
Menggunakan pola berpikir deduktif dimana pola yg berusaha tahu suatu fenomena menggunakan cara menggunakan konsep-konsep generik buat mengungkapkan kenyataan-fenomena yang sifatnya spesifik.

Logika pemikiran yg dipakai adalah logika positivisme & menghindari hal-hal yang bersifat subjektif.

Tujuan berdasarkan penelitian kuantitatif ini merupakan buat menyususun ilmu nomotetik yaitu ilmu yg berusaha menciptakan aturan-hukum dari generalisasinya.

Subjek yang diteliti, data yang dikumpulkan, sumber data, serta indera pengumpul data yg digunakan sinkron dengan apa yang telah didesain sebelumnya.

Pengumpulan data dilakukan menggunakan melakukan pengukuran dengan memakai indera yg objektif & standar.

Peneliti memposisikan diri secara terpisah menggunakan objek penelitian, maka ialah peneliti nir terlibat secara emosional dengan subjek penelitian. Hal ini tidak selaras dengan penelitian kualitatif dimana analisa penelitian bergantung dalam peneliti.

Dalam analisis data, peneliti diharuskan tahu teknik-teknik statistik serta dapat menganalisa data selesainya data yang diperlukan terkumpul.

Proses penelitian kuantitatif mengikuti prosedur yang sudah direncanakan menggunakan melibatkan angka & kuantifikasi data.

Hasil penelitian bersifat generalisasi dan prediksi, terbebas menurut konteks saat dan situasi merupakan keterangan & output penelitian nir terpaku dalam saat dan situasi.

Jenis-Jenis Metode Penelitian Kuantitatif


Paling tidak ada 7 jenis penelitian kuantitatif yang dikemukakan oleh para pakar, antara lain adalah:

Penelitian Deskriptif

Dalam penelitian kuantitatif, juga masih ada jenis penelitian diskriptif dimana mengutamakan analisa mendalam mengenai data dan informasi yg ditemukan. Penelitian jenis ini dimaksudkan buat mengangkat berita, keadaan, variabel, & kenyataan-fenomena yg terjadi saat sekarang & menyajikan apa adanya.

Metode pelukisan ini bisa diguankan buat penelitian status, suatu objek, suatu kondisi eksklusif, suatu sistem pemikiran, ataupun peristiwa di masa yg akan datang. Contoh penelitian ini adalah misalnya ingin melihat pengaruh pembelajaran terhadap prestasi anak didik pada waktu 4 tahun. Datanya mampu berupa indek prestasi (IP), absensi, materi, kemampuan dosen & lain sebagainya.

Penelitian Komparatif

Jenis penelitian komparatif adalah jenis penelitian untuk mencari jawaban secara fundamental tentang sebab-akibat menggunakan cara menganalisa faktor-faktor penyebab terjadinya atau munculnya suatu kenyataan eksklusif. Banyak penelitian yg dapat dilakukan dengan metode komparatif.

Contohnya adalah penelitian buat mengetahui karena-dampak hubungan antara prestasi menggunakan rajinnya mahasiswa ke perpustakaan, kenyamanan belajar, ketika belajar & lain-lain.Penelitian ini dapat melihat kenyataan & menguji hubungan sebab-dampak dari data tersebut.

Penelitian Korelasional

Penelitian korelasional adalah penelitian buat melihat hubungan antara variabel atau beberapa variabel denga variabel lain. Penelitian ini memakai variabel bebas buat memprediksi dan variabel terikat buat variabel yang diprediksi.

Penelitian korelasional merupakan salah  satu bagian menurut penelitian expostfacto lantaran umumnya peneliti menggunakan keadaan variabel yang terdapat & eksklusif mencari eksistensi interaksi & tingkat hubungan variabel yang direfleksikan dalam koefisien korelasi. Penelitian jenis ini bertujuan untuk menguji hipotesis yang sudah ditetapkan dengan cara mengukur sejumlah variabel & menghitung koefisien kolerasi (r) antara variabel-variabel tersebut, sehingga dapat dipengaruhi variabel-variabel mana yg berkolerasi.

Contohnya merupakan buat meneliti variabel-variabel yg berkaitan menggunakan kompetensi professional pengajar. Semua variabel yg berkaitan dipakai seperti latar belakang pendidikan, materi, waktu yg digunakan dan metode pembelajatan akan dihitung koefisien korekasinya buat mengetahui variabel manakah yang paling bertenaga korelasinya menggunakan kompetensi professional guru.

Penelitian Survey

Penelitian kuesioner merupakan penelitian yg merogoh sample menurut satu populasi & memakai kuisioner menjadi indera pengumpul data. Jadi, yang menjadi indera buat menggali data sanggup dilakukan wawancara,observasi, data dokumen atau melalui kuisioner.

Pada biasanya jenis penelitian ini menggunakan informasi lapangan digunakan sebagai indera pengambilan data utama. Penelitian kuesioner ini juga menganut pendekatan kuantitatif yaitu semakin poly sampel, semakin menggambarkan populasi yg diteliti. Penelitian kuesioner akan lebih baik jika dilaksanakan analisis secara sedikit demi sedikit.

Penelitian Ex Post Facto

Penelitian ex post facto merupakan penelitian dimana variabel-variabel bebasnya sudah terjadi perlakuan atau treatment yg dilakukan saat penelitian berlangsung. Penelitian dilakukan untuk menganalisis apa yang menjadi faktor penyebab terjadinya sesuatu.

Penelitian Eksperimen

Penelitian ekperimen adalah penelitian yg berusaha buat mengetahui efek variabel eksklusif terhadap variabel lain dalam syarat yang terkontrol secara ketat. Artinya syarat & situasi sangat dipantau dan dijaga guna kepentingan penelitian menggunakan planning yg telah dibentuk sebelumnya. Penelitian eksperimen sendiri terdapat 4 jenis yaitu, pre experimental, true experimental, factorial, & quasi experimental.

Penelitian Tindakan (Action Research)

Jenis penelitian terakhir adalah penelitian tindakan (action research) yaitu suatu bentuk penelitian refleksi-diri melalui tindakan nyata dalam situasi yg sebenarnya. Tujuan penelitian ini adalah buat memperbaiki proses dan pemahaman tentang praktik-praktik suatu aktivitas yg hasilnya bisa diimplikasikan pada mengatasi suatu perkara.

Penelitian ini dilakukan menggunakan tindakan secara ilmiah menggunakan konsep penelitian ilmiah. Penelitian ini jua melibatkan kelompok partisipan sebagai akibatnya dapat dilakukan kerja sama. Akhirnya, hasil penelitian digunakan sebagai refleksi diri menjadi pemecahan masalah.

Prosedur Penelitian Kuantitatif


Penelitian kuantitatif bisa dilakukan menggunakan mekanisme atau tahapan-tahapan antara lain sebagai berikut:

  • Melakukan identifikasi permasalahan
  • Mengumpulkan teori atau studi literatur.
  • Mengembangkan kerangka konsep
  • Melakukan identifikasi & definisi variabel, hipotesis, dan pertanyaan penelitian.
  • Mengembangkan disaign penelitian.
  • Mengambil dan menentukan teknik sampling.
  • Pengumpulan dan kuantifikasi data.
  • Melakukan analisis data.
  • Interpretasi dan komunikasi output penelitian.


Kelebihan dan Kelemahan Metode Penelitian Kuantitatif


Kelebihan memakai penelitian kuantitatif adalah pertama peneliti memiliki kapital untuk menerima objektivitas hasil penelitian. Kedua, bisa mengaplikasikan nomor  homogen-homogen sebagai akibatnya penelitian dapat dipakai sinkron dengan syarat atau keadaan. Kedua, dapat menghindari bias kareba peneliti menjaga jarak dengan partisipan dengan cara memakai softwate personal komputer  dengan baik.

Sedangkan kalian yg merogoh metode penelitin kuantitatif memiliki kelemahan dalam kelengkapan yang diteliti. Kedua, akan terjadi bias bila peneliti hanya merefleksikan kepentingan peneliti tanpa berada dalam perseteruan yg sebenarnya dihadapi sang partisipan. Selain itu, hasilnya dipercaya kurang detal & mendalam pada menganalisa datanya.

Penelitian kuantitatif merupakan proses buat menemukan jawaban atas hipotesa yg memakai data berupa angka menjadi alat menemukan informasi mengenai apa yang ingin kita ketahui. Demikian itulah ulasan kami tentang penelitian kuantitatif. Semoga berguna

Baca selengkapnya »
Ragam Teknik Metode Pengumpulan Data

Ragam Teknik Metode Pengumpulan Data

Apa saja sih metode-metode pengumpulan data yang dilakukan dalam suatu penelitian?
Data tentunya dibutuhkan buat bisa dilakukan penelitian lebih lanjut.

Jika di lihat menurut pengertian metode pengumpulan data berdasarkan pakar metode pengumpulan data berupa suatu pernyataan (statement) mengenai sifat, keadaan, kegiatan eksklusif & sejenisnya. Pengumpulan data dilakukan buat memperoleh fakta yg diharapkan pada rangka mencapai tujuan penelitian

Metode pengumpulan data ini termasuk kategori laporan diri (personal report) / Deskripsi diri (self descriptive). Individu melaporkan mengenai keadaan dirinya berdasarkan pertanyaan atau perintah yg diberikan kepadanya.

metode pengumpulan data


Sumber Data dalam Metode Pengumpulan Data


Ada dua sumber data & metode pengumpulan data, 2 hal tadi yaitu :

1. Data Primer

Data penelitian yang diperoleh sendiri melalui Wawancara, Observasi, Tes, Kuesioner (Daftar Pertanyaan), Pengukuran Fisik, Percobaan Laboratorium

2. Data Sekunder

Data yg diperoleh dari sumber kedua, dokumentasi lembaga Biro Pusat Statistik (BPS), Rumah sakit, Lembaga atau institusi lain.

Teknik dalam Metode Pengumpulan Data


Dalam penelitian, kita tak jarang mendengar kata metode pengumpulan data & instrumen pengumpulan data. Meskipun saling bekerjasama, namun 2 kata ini memiliki arti yg tidak sinkron.

Metode pengumpulan data menurut para ahli merupakan teknik atau cara yg dilakukan oleh peneliti untuk mengumpulkan data. Pengumpulan data dilakukan buat memperoleh fakta yang diperlukan pada rangka mencapai tujuan penelitian. Sementara itu instrumen pengumpulan data adalah indera yang dipakai buat mengumpulkan data. Karena berupa indera, maka instrumen pengumpulan data bisa berupa check list, survey, pedoman wawancara, hingga kamera buat foto atau untuk merekam gambar.

Baca juga: Metode Penelitian Kuantitatif

Ada aneka macam metode pengumpulan data yang bisa dilakukan pada sebuah penelitian. Metode pengumpulan data ini bisa dipakai secara sendiri-sendiri, tetapi bisa juga digunakan menggunakan menggabungkan 2 metode atau lebih. Beberapa metode pengumpulan data diantaranya:

1. Wawancara

Wawancara adalah teknik pengumpulan data yg dilakukan melalui tatap muka & tanya jawab langsung antara peneliti & narasumber. Seiring perkembangan teknologi, metode wawancara dapat pula dilakukan melalui media-media eksklusif, contohnya telepon, email, atau skype. Wawancara terbagi atas 2 kategori, yakni wawancara terstruktur dan nir terstruktur.

Wawancara terstruktur

Dalam wawancara terstruktur, peneliti telah mengetahui dengan pasti fakta apa yang hendak digali menurut narasumber. Pada kondisi ini, peneliti biasanya sudah menciptakan daftar pertanyaan secara sistematis. Peneliti juga mampu menggunakan aneka macam instrumen penelitian misalnya indera bantu recorder, kamera buat foto, serta instrumen-instrumen lain.

Wawancara tidak terstruktur

Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara bebas. Peneliti nir memakai panduan wawancara yg berisi pertanyaan-pertanyaan khusus, namun hanya memuat poin-poin krusial menurut kasus yang ingin digali dari responden.

2. Observasi

Observasi merupakan metode pengumpulan data yg kompleks lantaran melibatkan banyak sekali faktor pada pelaksanaannya. Metode pengumpulan data observasi tidak hanya mengukur sikap berdasarkan responden, tetapi jua bisa dipakai buat merekam banyak sekali kenyataan yang terjadi. Teknik pengumpulan data observasi cocok dipakai buat penelitian yg bertujuan buat mengusut konduite insan, proses kerja, & tanda-tanda-tanda-tanda alam. Metode ini juga tepat dilakukan dalam responden yg kuantitasnya tidak terlalu besar . Metode pengumpulan data observasi terbagi sebagai dua kategori, yakni:

Participant observation

Dalam participant observation, peneliti terlibat secara langsung pada kegiatan sehari-hari orang atau situasi yang diamati sebagai sumber data.

Non participant observation

Berlawanan dengan participant observation, non participant observation merupakan observasi yang penelitinya nir ikut secara eksklusif pada aktivitas atau proses yang sedang diamati.

3. Angket (kuesioner)

Kuesioner merupakan metode pengumpulan data yg dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis pada responden buat dijawab. Kuesioner merupakan metode pengumpulan data yang lebih efisien jika peneliti sudah mengetahui dengan niscaya variabel yag akan diukur dan memahami apa yg diperlukan dari responden. Selain itu kuesioner jua cocok dipakai bila jumlah responden cukup akbar dan beredar di daerah yg luas.

Berdasarkan bentuk pertanyaannya, survey bisa mengkategorikan dalam dua jenis, yakni informasi lapangan terbuka & kuesioner tertutup. Kuesioner terbuka merupakan informasi lapangan yang menaruh kebebasan kepada objek penelitian buat menjawab. Sementara itu, berita umum tertutup adalah informasi lapangan yang sudah menyediakan pilihan jawaban untuk dipilih oleh objek penelitian. Seiring dengan perkembangan, beberapa penelitian ketika ini pula menerapkan metode kuesioner yang memiliki bentuk semi terbuka. Dalam bentuk ini, pilihan jawaban telah diberikan sang peneliti, namun objek penelitian permanen diberi kesempatan buat menjawab sesuai dengan kemauan mereka.

4. Studi Dokumen

Studi dokumen merupakan metode pengumpulan data yang tidak ditujukan eksklusif kepada subjek penelitian. Studi dokumen merupakan jenis pengumpulan data yg meneliti aneka macam macam dokumen yang berguna untuk bahan analisis. Dokumen yang dapat dipakai pada pengumpulan data dibedakan menjadi 2, yakni:

  • Dokumen primer - adalah dokumen yg ditulis oleh orang yg langsung mengalami suatu peristiwa, contohnya: autobiografi.
  • Dokumen sekunder - adalah dokumen yg ditulis dari oleh laporan/ cerita orang lain, contohnya: biografi.


Baca selengkapnya »
Metode Penelitian Kualitatif, Jenis dan Karakeristiknya

Metode Penelitian Kualitatif, Jenis dan Karakeristiknya

Metode penelitian kualitatif dan metode penelitian kuantitatif merupakan jenis metode yang acapkali digunakan dalam suatu penelitian. Pada kesempatan ini  kita akan membahas lebih lanjut mengenai metode penelitian kualitatif.

Pengertian Metode Penelitian Kualitatif


Penelitian kualitatif sendiri didefinisikan oleh beberapa pakar, misalnya:

“Penelitian kualitatif merupakan penelitian yg digunakan yg bertujuan buat meneliti dalam kondisi objek alamiah, dimana peneliti adalah instrumen kunci (Sugiyono, 2005).”

Moleong (2005)
“Penelitian kualitatif adalah penelitian yg bertujuan buat memahami fenomena tentang apa yg dialami sang subjek penelitian contohnya konduite, persepsi, motivasi, tindakan, dan lain-lain secara holistic, serta dengan cara pelukisan dalam bentuk istilah-istilah & bahasa, dalam suatu konteks spesifik yg alamiah menggunakan memanfaatkan aneka macam metode alamiah.”

Menurut Sugiyono (2011)
“Metode penelitian kualitatif merupakan metode penelitian yg berdasarkan dalam filsafat post positivisme, digunakan buat meneliti dalam syarat obyek yang alamiah, (sebagai lawannya eksperimen) dimana peneliti sebagai instrumen kunci, pengambilan sampel asal data dilakukan secara purposive dan snowball, teknik pengumpulan menggunakan tri-anggulasi (adonan), analisis data bersifat induktif atau kualitatif, dan output penelitian kualitatif lebih menekankan pada makna daripada generalisasi.”

metode penelitian kualitatif


Berdasarkan berdasarkan beberapa definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa metode penelitian kualitatif merupakan suatu metode penelitian yang dipakai buat meneliti obyek yang alamiah dimana peneliti adalah instrumen kunci, dengan menggunakan metode alamiah dan analisis data deskripsi & output yg lebih mengutamakan makna.

Tujuan Penelitian Kualitatif


Terdapat beberapa tujuan menurut penelitian kualitatif yaitu diantaranya:

Menjelaskan

Tujuan utama berdasarkan penelitian kualitatif merupakan buat menyebutkan suatu keadaan atau kenyataan dengan lebih mendalam dengan melakukan pengumpulan data dan menganalisa data dan teori yg sedang diteliti. Menjelaskan pula bisa diartikan sebagai menganalisa data dan berita yg telah digali sebelumnya pada bentuk analisa yang mendalam & rinci dimana terkait dengan topik penelitian.

Baca juga: Metode Pengumpulan Data

Memverifikasi Teori

Selain menyebutkan, penelitian kualitatif biasanya bertujuan buat memverifikasi teori. Teori yg dijabarkan dan menjadi dasar berdasarkan penelitian akan diuji kebenarannya yg nantinya bisa diketahui menurut output. Berbeda menggunakan peneliian kuantitatif, penelitian kualitatif ini teori sudah disusun sejak awal sebagai akibatnya sangat memungkinkan jua dalam penelitian ini memunculkan teori baru.

Karakteristik Penelitian Kualitatif


Penelitian kualitatif tentu tidak selaras menggunakan metode penelitian lainnya. Maka menurut itu, ada beberapa karakteristik penelitian kualitatif yang harus diketahui, diantaranya:

Menggunakan pola berpikir induktif

Dalam metode penelitian kualitatif, teori yang timbul bukan dari teori dan data dari hepotesa seperti yg dilakukan pada metode kuantitatif. Tetapi metodoe kualitatif ini memakai pola berfikir induktif yg bersifat generating theory jadi teori yang dihasilkan merupakan teori subtansif.

Perspektif emic/ partisipan sangat diutamakan.

Karakteristik penelitian kualitatif berikutnya adalah perspektif emic atau partisipan pada penelitian sangat dihargai dan bernilai tinggi. Lantaran sebagian akbar menurut hasil penelitian ini akan mencakup apa yg diutarakan atau yg dilakukan sang partisipan. Dari data atau sudut pandang partisipan ini peneliti bisa menemukan liputan fenomenologis.

Tujuan penelitian kualitatif lebih mendalam.

Tujuan berdasarkan penelitian kualitatif ini merupakan buat lebih memahami, mencari makna di kembali data, buat menemukan kebenaran, baik kebenaran realitas sensual, realitas logis, & realitas logis. Hal ini tidak sinkron apabila dibandingkan menggunakan metode penelitian kuantitatif dimana hasilnya dapat ditafsirkan memakai data yang berupa nomor  atau grafik.

Subjek yg diteliti berubah

Dalam penelitian kualitatif subjek yang diliteliti, data yang dikumpulkan, sumber data dan alat pengumpulan data dapat berubah sewaktu-saat sinkron dengan kebutuhan dalam penelitian.

Berdasarkan prinsip fenomenologis

Pengumpulan data dalam penelitian kualitatif ini dilakukan menggunakan tahu secara mendalam kenyataan-kenyataan yang dihadapi dalam saat penelitian atau yang disebut menggunakan prinsip fenomenologis.

Analisis data dan output

Dalam penelitian kualitatif analisa data bisa dilakukan saat sedang melakukan penelitian atau tidak perlu menunggu seluruh data terkumpul. Sedangkan hasil penelitianini berupa pelukisan & interpretasi dalam suatu konteks ketika & situasi.

Jenis-jenis Penelitian Kualitatif


Umumnya ada lima jenis penelitian kualitatif yaitu phenomenology, ethnography, case study research, grounded theory, & historical research. Berikut merupakan rincian & penerangan dari 5 jenis penelitian kualitatif tersebut.

Fenomenologi

Berdasarkan namanya, penelitian jenis fenomenologi bisa dimulai menggunakan memperhatikan dan mengkaji fenomena-kenyataan yang terjadi dalam penelitian. Penelitian ini juga melihat banyak sekali aspek subjektif menurut perilaku objek. Peneliti akan menggali data berupa bagaimana pemaknaan objek yaitu mengartikan fenomena yg terkait.

Penggalian data bisa dilakukan melalui wawancara yg mendalam pada informan dalam penelitian. Selain itu, ekskavasi data pula sanggup dilakukan observasi secara pribadi terhadap objek penelitian menginterpretasikan pengalamannya pada orang lain.

Etnografi

Jenis penelitian ini merupakan penelitian yang bertujuan buat mempelajari bentuk & fungsi bahasa yg tersedia. Kajian tersebut selanjutnya akan digunakan menjadi indera komunikasi sang individu pada dalamnya.

Biasanya metode penelitian kualitatif ini digunakan buat menginterpretasikan grup sosial, sistem yg berlaku dan kiprah yang dijalankan, serta interaksi sosial yg terjadi pada suatu masyarakat seperti kegiatan ritual eksklusif, budaya atau gaya hayati masyarakat pada suatu wilayah.

Studi Kasus

Jenis penelitian ini adalah metode meneliti suatu perkara eksklusif yg terjadi daam rakyat yg dilakukan secara mendalam yg bertujuan buat memeriksa latar belakang, keadaan, dan interaksi yg terjadi. Penelitian ini dilakukan dalam suatu kesatuan sistem contohnya adalah suatu kegiatan, peristiwa atau program tertentu yang terjadi pada syarat tertentu.

Penelitian memakai studi masalah ini nir secara general atau secara generik menyimpulkan kenyataan. Tetapi menyimpulkan terhadap fenomena menurut suatu populasi atau suatu insiden khusus yang diteliti saja.

Metode Historis

Penelitian metode historis adalah penelitian yang serius pada peristiwa-insiden yg telah terjadi atau masa lalu menggunakan melakukan rekonstruksi masa lalu yg bersumber data atau saksi sejarah yang masih ada pada waktu penelitian.

Sumber datanya bisa diperoleh menurut aneka macam catatan sejarah, saksi hidup, artifak atau laporan ekspresi yang sanggup dipertanggungjawabkan kebenarannya. Maka menurut itu, ciri berdasarkan penelitian ini merupakan waktunya yg sudah berlalu dan melihat perkembangannya menurut waktu.

Ciri lainnya merupakan kajian penelitian ini lebih poly bergantung pada data observasi penelitian orang lain sebelumnya dan bukan hanya data observasi peneliti itu sendiri. Sumber data pula wajib  seksama, sistematik, objektif & akurat. Karenanya, peneliti perlu lebih paham mengenai urutan peristiwa dari saat yg detal dan jelas.

Metode Teori Dasar (Grounded Theory)

Jenis penelitian ini adalah penelitian yang dilakukan menggunakan tujuan buat menemukan suatu teori yang telah terdapat atau menyelidiki lebih dalam prinsip & kaidah dasar yang terdapat kemudian membuat kesimpulan dasar menurut suatu teori.

Dalam metode teori dasar, peneliti wajib  mengelompokkan fenomena ke pada fenomena inti & kenyataan yg bukan inti yang kemudian dibentuk suatu teori. Pengumpulan datanya bisa dilakukan menggunakan melakukan studi lapangan, observasi, fenomena, perbandingan antar kategori dan situasi menurut evaluasi misalnya kajian deduktif, induktif dan verifikasi data yg bersifat jenuh.

Prosedur Penelitian Kualitatif


Dalam melakukan penelitian kualitatif, prosedurnya bersifat fleksibel atau bisa menyesuaikan kebutuhan penelitian & berdasarkan syarat pada lapangan.

  • Merumuskan masalah menjadi fokus penelitian.
  • Mengumpulkan data di lapangan.
  • Menganalisis data.
  • Merumuskan output studi.
  • Menyusun rekomendasi buat pembuatan keputusan.


Kelebihan dan Kekurangan Penelitian Kualitatif


Kelebihan Penelitian Kualitatif

Dalam metode penelitian kualitatif memungkinkan buat munculnya teori baru. Selain itu, penelitian kualitatif dapat mengungkap kasus-perkara realitas subyektif yaitu misalnya perkara yang berkaitan menggunakan sistem nilai, agama atau kasus kebudayaan. Tetapi memang tidak seluruh sanggup dipastikan untuk mampu diungkap dengan memakai jenis penelitian kualitatif.

Kekurangan Penelitian Kualitatif

Dalam suatu penelitian mempunyai kelemahan termasuk jenis penelitian kualitatif ini yaitu antara lain adalah membutuhkan waktu yg lebih usang bila dibandingkan dengan metode lain misalnya metode kuantitatif, sulit menggeneralisasikan,  kualitas penelitian bersifat subyektif atau tergantung dalam peneliti. Selain itu perubahan perilaku informan juga dapat mempengaruhi kualitas hasil penelitian dan keterbatasan peneliti pada melakukan analisa penelitian.

Baca selengkapnya »
Metode Pengumpulan Data Menurut Para Ahli

Metode Pengumpulan Data Menurut Para Ahli

Metode pengumpulan data merupakan cara yg dipakai oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitiannya. Contoh variasi metode artinya angket, wawancara, pengamatan atau observasi, tes & dokumentasi.

Instrumen pengumpulan data artinya indera atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti pada, mengumpulkan data agar pekerjaannnya lebih mudah & hasilnya baik, pada arti cermat, lengkap dan sistematis sehingga lebih gampang diolah. Variasi jenis instrumen pengumpulan data adalah : angket, check-list, pedoman wawancara dan pedoman pengamatan.

Pemilihan metode dan instrumen pengumpulan data sangat ditentukan sang beberapa hal, yaitu : objek penelitian, sumber sata, waktu, dana yang tersedia, jumlah energi peneliti dan teknik yg akan dipakai buat mengolah data jika data telah terkumpul.

Instrumen Dalam Metode Pengumpulan Data


Setelah menentukan desain penelitian, langkah selanjutnya pada pelaksanaan penelitian merupakan membuat atau tetapkan instrumen penelitian. Dalam menentukan jenis instrumen yang akan dipakai, seorang peneliti harus mempertimbangkan beberapa keadaan misalnya halnya, jenis variabel yang hendak diukur, jumlah sampel penelitian, lokasi responden, ada tidaknya staf penelitiyang terlatih, dana dan ketika yang tersedia serta metode pengumpulan data yg dipilih.

metode pengumpulan data


Instrumen penelitian merupakan alat yang digunakan buat mengukur variabel pada rangka mengumpulkan data. Menurut jenis variabel yg akan diukur secara garis akbar bisa dibedakan sebagai dua jenis instrumen, yaitu :

1. Instrumen buat mengukur variabel menggunakan skala nominal & ordinal (dat kualitatif)
dua. Instrumen buat mengukur skala interval dan rasio (data kuantitatif)

Menurut metode pengumpulan data, instrumen penelitian dapat dibedakan menjadi indera buat :


  1. Melakukan observasi
  2. Mengumpulkan data melalui dokumentasi
  3. Wawancara
  4. Angket
  5. Mengumpulkan data kuantitatif


Beragam Metode pengumpulan data

a. Tes


Tes merupakan serentetan pertanyaan atau latihan dan indera lain yg dipakai untuk mengukur ketrampilan, pengetahuan inteegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki sang individu atau gerombolan .Ditinjau menurut sasaran atau objek yg akan dievaluasi, maka dibedakan adanya beberapa macam tes dan indera ukur lain, yaitu :


  • Tes kepribadian atau personality test, yaitu tes yg dipakai buat mengungkap kepribadian seorang.
  • Tes bakat yaitu tes yang dipakai buat mengukur atau mengetahui talenta seseorang.
  • Tes intelegensi yaitu tes yang dipakai buat mengadakan estimasi terhadap tingkat intelektual seseorang dengan cara menaruh berbagai tugas kepada orang yg akan diukur intelegensinya.
  • Tes sikap atau biasa disebut skala sikap, yaitu indera yg dipakai buat mengadakan pengukuran terhadap berbagai perilaku seseorang.
  • Tes minat merupakan alat buat menggali minat seorang terhadap sesuatu.
  • Tes prestasi yaitu tes yg digunakan buat mengukur pencapaian seseorang sehabis memeriksa sesuatu.


Dalam menggunakan metode tes, peneliti memakai instrumen berupa tes atau soal-soal tes. Soal tes terdiri berdasarkan banyak buah tes (item) yg masing-masing mengukur satu jenis variabel.

B. Angket atau survey


Angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang dipakai buat memperoleh fakta dari responden pada arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang dia ketahui. Angket digunakan buat menyebut metode maupun instrumen. Jadi pada memakai metode angket, instrumen yang digunakan merupakan angket atau kuesioner. Kuesioner dibedakan atas beberapa jenis, yaitu :

a. Dipandang berdasarkan cara menjawab


  • Kuesioner terbuka, yg memberi kesempatan pada responden buat menjawab dengan kalimatnya sendiri
  • Kuesioner tertutup, yg sudah disediakan jawabannya sehingga respnden tinggal memilih


b. Dipandang berdasarkan jawaban yg diberikan


  • Kuesioner langsung yaitu responden menjawab tentang dirinya
  • Kuesioner tidak pribadi yaitu apabila responden menjawab tentang oranglain


c. Dipandang dari bentuknya


  • Kuesioner pilihan ganda, yg dimaksud merupakan sama dengan berita umum tertutup
  • Kuesioner isian, yg dimaksud adalah berita umum terbuka
  • Check list, sebuah daftar, dimana responden tinggal membubuhkan indikasi checklist dalam kolom yg sesuai.
  • Rating scale yatitu sebuah pernyataan diikuti oleh kolom-kolom yg memperlihatkan tingkatan-tingkatan, misalnya mulai berdasarkan sangat setuju sampai ke sangat tidak sepakat.


C.Interviu (Interview)


Interviu yg biasa dianggap dengan wwancara atau informasi lapangan verbal merupakan sebuah dialog yg dilakukan pewawancara buat memperoleh warta daro terwawancara.

Interviu dipakai peneliti buat menilai keadaan seseorang, misalnya untuk mencari data tentang variabel latar belakang siswa, orang tua, pendidikan & perilaku terhadap sesuatu. Ditinjau dari pelaksanaannya, interviu dibedakan atas :


  • Interviu bebas, inguieded interview, dimana pewawancara bebas menanyakan apa saja, tetapi juga mengingat akan data apa yg akan dikumpulkan.
  • Interviu terpimpin, guieded interview, yaitu interviu yg dilakukan oleh pewawancara menggunakan membawa sederetan pertanyaan lengkap & jelas.
  • Interviu bebas terpimpin, yaitu kombinasi antara interviu bebas dan interviu terpimpin.

Dalam metode interview ini, instrumen yg digunakan ialah interview guide atau panduan wawancara.

D.Observasi


Dalam pengertian psikologik, observasi atau yg disebut jua pengamatan, meliputi kegiatan pemuatan perhatian terhadap suatu objek dengan memakai semua alat indra (observasi pribadi). Di pada artian penelitian, observasi dapat dilakukan menggunakan tes, kuesioner rekaman gambar dan rekaman bunyi. Observasi bisa dilakukan menggunakan dua cara, yg kemudian diklaim menggunakan jenis observasi, yaitu :


  • Observasi non-sistematis, yg dilakukan sang pengamat dengan nir menggunakan instrumen pengamatan
  • Observasi sistematis, yang dilakukan oleh pengamat menggunakan memakai panduan menjadi instrumen pengamatan.


Pedoman observasi berisi sebuah daftar jenis aktivitas yang mungkin muncul dan akan diamati. Dalam proses observasi, observator hanya tinggal menaruh pertanda pada kolom tempat peristiwa ada. Itulah sebabnya cara bekerja misalnya ini disebut sistem pertanda.

Sistem indikasi dipakai sebagai instrumen pengamatan situasi pengajaran sebagai sebuah potret selintas (snopshot). Instrumen tersebut berisi sederetan sub-variabel contohnya, guru menerangkan, guru menulis dan pengajar menjawab. Setelah pengamatan misalnya selama 5 mnt, semua insiden yang sudah timbul dicek. Kejadian yg muncul lebih menurut satu kali pada satu periode pengamatan hanya dicek satu kali. Dengan demikian akan diperoleh gambar mengenai peristiwa apa yang muncul dalam situasi pembelajaran.

5. Skala bertingkat (rating scale)


Skala bertingkat adalah suatu ukuran subjektif yg dibuat berskala. Walaupun bertingkat, ini menghasilkan data yg kasar, tetapi relatif memberikan keterangan eksklusif tentang acara atau orang. Instrumen ini dapat menggunakan mudah memberikan gambaran penampilan, terutama penampilan pada dalam orang menjalankan tugas yg memperlihatkan frekuensi munculnya sifat-sifat.

Baca juga: Metode Pembelajaran

Bergman & Siegel mendaftar hal-hal yang mempengaruhi ketidakjujuran jawaban responden, yaitu : persahabatan, kecepatan mereka, cepat tetapkan, jawaban kesan pertama, penampilan instrumen, berpretensi, hallo effect, kesalahan pengambilan rata-rata dan kemurahan hati. Di pada menyusun skala, yang perlu diperhatikan adalah bagaimana memilih variabel skala. Apa yg ditanyakan wajib  apa yg dapat diamati responden.

6.Dokumentasi


Dokumentasi asal dari kata dokumen yang adalah barang-barang tertulis. Di dalam melaksanakan metode dokumentasi, peneliti memeriksa benda-benda tertulis seperti kitab  , majalah, catatan harian dan sebagainya.Metode dokumentasi dapat dilaksanakan dengan :


  • Pedoman dokumentasi yang memuat garis-garis akbar atau kategori yg akan dicari datanya
  • Check-list yaitu daftar variabl yg akan dikumpulkan datanya.


Dalam pengertian yang lebih luas, dokumen bukan hanya yang berwujud tulisan saja, tetapi bisa berupa benda-benda peninggalan misalnya prassati & simbol-simbol.

Itulah berbagai metode pengumpulan data menurut para ahli untuk selanjutnya kita bisa memiliih metode uyang sesuai dengan topik maupun tujuan penelitian yang dilakukan.

Baca selengkapnya »
Beranda